CARA KERJAᯖᯒᯬᯔ᯲ᯅᯬ
Tarombo.id bukan satu buku silsilah bersama. Setiap keluarga mendapat ruangnya sendiri — alamat sendiri, akun sendiri, dan kendali penuh atas datanya. Halaman ini menjelaskan bagaimana ruang itu didapat dan siapa memegang apa di dalamnya.
Lima langkah
- 1
Keluarga mengajukan
Satu orang dari trah mengisi formulir pengajuan: nama pomparan, leluhur pendiri, dan marga. Tidak perlu menyiapkan data silsilah dulu — yang dibutuhkan hanya titik mulanya.
Ajukan pomparan → - 2
Pengajuan ditinjau
Pengelola platform memeriksa dan menghubungi pemohon. Tahap ini bukan formalitas: silsilah adalah data keluarga, jadi harus jelas siapa yang bertanggung jawab mengelolanya sejak awal.
- 3
Subdomain dibuat
Pomparan mendapat alamatnya sendiri — misalnya nama-trah.tarombo.id. Datanya terpisah dari pomparan lain, bukan sekadar disaring di tampilan: pemisahan itu ditegakkan pada setiap kueri basis data.
Bawaannya tertutup. Hanya anggota keluarga yang punya akun bisa membukanya.
- 4
Pengelola utama ditunjuk
Satu akun admin keluarga dibuat bersamaan dengan subdomainnya, dan leluhur pendiri langsung tersemai sebagai simpul pertama silsilah. Pengelola utama inilah yang menentukan siapa boleh masuk.
- 5
Keluarga mengisi silsilah
Pengelola utama menambahkan anggota keluarga sebagai Admin Staf, Kontributor, atau Pemirsa. Semua orang bisa mengusulkan koreksi; admin yang meninjau dan memutuskan.
Lihat fitur yang tersedia →
Apa yang didapat sebuah pomparan
Alamat sendiri
nama-trah.tarombo.id — dan bila keluarga punya domain sendiri (misalnya sirait.id), domain itu bisa diarahkan ke pomparannya tanpa perubahan apa pun di sistem.
Data yang terpisah
Satu pomparan tidak pernah bisa membaca data pomparan lain. Pemisahan ditegakkan di lapisan basis data, bukan di tampilan.
Akun hanya untuk keluarga
Tidak ada pendaftaran terbuka. Akun diberikan pengelola utama, dan tidak ada jalur bagi publik untuk memasukkan data.
Pengelolaan internal
Pengelola utama, admin staf, kontributor, dan pemirsa — masing-masing dengan batas yang jelas. Yang mengatur akses hanya pengelola utama.
Tarombo & grup WhatsApp keluarga
Hampir setiap trah Batak sudah punya grup WhatsApp — tempat kabar duka dan sukacita beredar, tempat undangan pesta adat disebar, tempat iuran dikumpulkan. Tarombo tidak dimaksudkan menggantikan itu, dan memang tidak bisa. Grup keluarga hidup karena percakapannya, dan percakapan tidak pindah ke mana-mana.
Yang sering terjadi justru sebaliknya: grup itu berjalan bertahun-tahun, tapi silsilahnya tidak pernah tersusun. Nama-nama disebut dalam percakapan lalu tenggelam; foto pohon keluarga dikirim sekali lalu hilang di antara ribuan pesan; dan yang benar-benar hafal urutannya makin sedikit. Tarombo mengisi bagian itu — yang perlu diingat lintas generasi disimpan di tempat yang bisa ditelusuri, sementara yang perlu dibicarakan hari ini tetap di grup.
Grup WhatsApp
- Kabar, undangan, dan koordinasi harian
- Mengumpulkan koreksi: “itu bukan anak kedua, tapi ketiga”
- Menyepakati siapa yang jadi pengelola dan admin staf
- Menyebarkan tautan pomparan ke anggota keluarga
Tarombo
- Menyimpan silsilahnya supaya tidak hilang ditelan percakapan
- Menjawab panggilan adat antara dua orang, kapan pun ditanya
- Menunjukkan posisi Dalihan Natolu sebelum acara adat
- Mencatat siapa mengubah apa, supaya koreksi bisa ditelusuri
Pola yang paling berhasil sederhana: grup untuk mengumpulkan, Tarombo untuk menyimpan. Anggota keluarga menyampaikan koreksi di grup atau lewat halaman Kontribusi, admin keluarga meninjau dan memasukkannya. Yang sudah masuk tidak perlu diingat-ingat lagi.
Data silsilah milik keluarganya
Ini bukan janji di atas kertas, melainkan cara sistemnya dibangun. Pengelola platform mengurus halaman utama, pembuatan pomparan, dan akun admin keluarga — dan tidak dapat membuka silsilah pomparan mana pun. Bila sebuah keluarga memang memerlukan bantuan langsung ke datanya, pengelola utama merekalah yang memberi akses, dan pemberian itu tercatat di jejak akses keluarga tersebut.