FAQᯖᯒᯬᯔ᯲ᯅᯬ
Pertanyaan yang paling sering muncul, dijawab apa adanya — termasuk yang jawabannya “belum”.
Memulai
Siapa yang membuat Tarombo.id, dan untuk siapa?
+
Bermula pada 2023 dari kebutuhan tarombo satu keluarga Batak, dan dikerjakan sendiri oleh tim IT di dalam keluarga itu — bukan oleh vendor atau pihak luar.
Sejak 2026 prakarsa itu diperkuat oleh Digital Humanities Indonesia sebagai kerja merawat pengetahuan budaya, dan disiapkan agar bisa dipakai pomparan mana pun.
Riwayat selengkapnya →Bagaimana keluarga kami bisa punya pomparan di sini?
+
Isi formulir pengajuan dengan nama pomparan, leluhur pendiri, dan marga. Pengelola platform akan meninjau dan menghubungi pemohon.
Tidak perlu menyiapkan data silsilah lebih dulu. Yang dibutuhkan hanya titik mulanya — leluhur pendirinya langsung tersemai sebagai simpul pertama saat pomparan dibuat.
Ajukan pomparan →Apakah harus punya data lengkap dulu?
+
Tidak. Silsilah tumbuh sedikit demi sedikit, dan itu memang cara kerjanya di keluarga: satu orang mengingat sebagian, orang lain melengkapi.
Kolom yang belum diketahui boleh dikosongkan. Alat ini menandai yang belum lengkap, bukan menolaknya.
Berapa lama sampai bisa dipakai?
+
Begitu pengajuan diterima, subdomain dan satu akun pengelola utama dibuat bersamaan. Setelah itu keluarga bisa langsung mengisi.
Siapa bisa melihat apa
Apakah silsilah kami bisa dilihat publik?
+
Tidak. Pomparan baru bersifat pribadi sebagai bawaan — hanya anggota keluarga yang punya akun bisa membukanya.
Tidak ada pendaftaran terbuka, dan tidak ada jalur bagi publik untuk memasukkan data.
Apakah pengelola platform bisa melihat data keluarga kami?
+
Tidak. Ini bukan janji administratif, melainkan cara sistemnya dibangun: peran pengelola platform tidak punya jalan masuk ke silsilah pomparan mana pun.
Yang bisa dilihatnya hanya identitas akun admin keluarga — nama, email, peran — supaya bisa menghubungi dan mengelola langganan. Nol baris data orang.
Bila keluarga memang meminta bantuan langsung ke datanya, pengelola utama merekalah yang memberi akses, dan pemberian itu tercatat di jejak akses keluarga tersebut.
Bisakah pomparan lain melihat data kami?
+
Tidak. Pemisahan antar-pomparan ditegakkan pada setiap kueri basis data, bukan disaring di tampilan.
Bagaimana kalau kami ingin membukanya untuk publik?
+
Bisa diubah oleh pengelola platform atas permintaan pengelola utama. Tapi pertimbangkan baik-baik: silsilah memuat data orang yang masih hidup, dan sebagian besar dari mereka tidak memasukkan datanya sendiri.
Mengelola data
Siapa yang boleh mengubah silsilah?
+
Pengelola Utama dan Admin Staf. Kontributor dan Pemirsa boleh mengusulkan koreksi, yang lalu ditinjau admin.
Yang mengatur siapa boleh masuk hanya Pengelola Utama — Admin Staf sengaja tidak bisa mencabut akses atau mencetak admin baru.
Bagaimana menambahkan istri, suami, atau anak?
+
Dari baris orangnya langsung. Tombol “+ catat istri” atau “+ catat anak” menempel pada kartunya, jadi sistem sudah tahu siapa yang dimaksud.
Yang perlu diisi hanya nama, dan marga bila diketahui. Sisanya diturunkan sendiri.
Ada data yang salah. Bagaimana memperbaikinya?
+
Anggota keluarga bisa mengajukan koreksi lewat halaman Kontribusi; admin meninjaunya.
Orang yang datanya tercatat — termasuk yang tidak punya akun — bisa meminta koreksi lewat halaman Hak atas Data.
Kenapa urutannya tidak alfabetis?
+
Karena alfabetis tidak berarti apa-apa dalam silsilah. Hampir semua nama di satu pomparan berakhiran marga yang sama, jadi abjad hanya mengelompokkan orang berdasarkan huruf depan nama kecilnya.
Lebih buruk lagi, abjad memisahkan saudara sekandung — padahal urutan lahir di antara merekalah yang menentukan panggilan haha dan anggi.
Untuk mencari nama tertentu, gunakan kotak pencarian; itu lebih cepat daripada menyisir abjad.
Panggilan adat
Bagaimana kalkulator partuturon bekerja?
+
Ia menelusuri jalur kekerabatan yang benar-benar tercatat: garis ayah, garis ibu lewat pernikahan, dan jalur ipar.
Hasilnya dua arah — apa sebutan A kepada B, dan B kepada A.
Coba di keluarga contoh →Kenapa kadang jawabannya “belum dapat dipastikan”?
+
Karena datanya memang belum cukup untuk memastikan. Dua saudara tanpa urutan lahir tercatat tidak bisa ditentukan siapa haha dan siapa anggi; jarak empat generasi tidak bisa dipastikan sebutan spesifiknya.
Alat ini memilih mengaku tidak tahu. Dalam silsilah, keliru yang terdengar yakin lebih berbahaya daripada kosong yang jujur.
Kenapa ibu saya tidak dikenali?
+
Kalau ayah tercatat beristri lebih dari satu, ibu kandung seorang anak tidak bisa dipastikan dari data — dan sistem menolak menebaknya.
Kalau ayah tercatat beristri satu, hubungan ibu–anak dikenali dengan benar.
Alamat & kepemilikan
Bisakah kami memakai domain sendiri, misalnya sirait.id?
+
Bisa. Domain itu tinggal diarahkan ke pomparan Anda, tanpa perubahan apa pun di sistem.
Biaya registrasi domainnya dibayar ke registrar; di sisi platform tidak ada biaya tambahan.
Siapa pemilik data silsilah kami?
+
Keluarga. Dalam istilah UU Pelindungan Data Pribadi, pomparan adalah Pengendali Data atas isi silsilahnya, dan penyelenggara platform bertindak sebagai Prosesor — yang secara teknis tidak dapat membacanya.
Bagaimana kalau kami ingin berhenti?
+
Sampaikan ke pengelola platform. Data bisa diekspor, dan pomparan ditutup.
Menghapus akun admin tidak menghapus silsilahnya — dan sebaliknya. Keduanya tindakan terpisah, supaya tidak ada yang hilang karena salah klik.
Privasi & keamanan
Data pribadi apa saja yang disimpan?
+
Nama, jenis kelamin, hubungan kekerabatan, marga, generasi, urutan lahir, tahun lahir dan wafat, serta catatan bila diisi. Untuk pemegang akun: nama, email atau username, dan kata sandi yang di-hash.
Tidak ada kolom agama, kesehatan, keuangan, biometrik, maupun catatan kejahatan.
Nama saya tercatat di sana, tapi saya tidak punya akun. Apa hak saya?
+
Anda berhak meminta salinan, koreksi, atau penghapusan data Anda. Kanalnya sengaja dibuat terbuka tanpa akun, karena yang paling membutuhkannya justru orang yang datanya dicatat kerabatnya.
Permintaan penghapusan ditinjau manusia, bukan otomatis — menghapus satu orang bisa memutus garis keturunan di bawahnya, dan itu harus dibicarakan lebih dulu.
Ajukan permintaan hak data →Apakah ada dokumen kepatuhannya?
+
Ada. Pemrosesan data di platform ini didokumentasikan lewat Catatan Kegiatan Pemrosesan (RoPA) dan Penilaian Dampak Pelindungan Data Pribadi (DPIA) sesuai UU No. 27 Tahun 2022.
Keduanya dokumen internal pengendali. Fungsi Pejabat Pelindung Data Pribadi dijalankan bersama dataprivacy.id.
Belum terjawab?
Sampaikan pertanyaan Anda lewat parhobas@tarombo.id. Bila pertanyaannya tentang data seseorang yang tercatat di sebuah pomparan, gunakan halaman Hak atas Data pada pomparan tersebut supaya sampai ke admin keluarganya langsung.